<strong>BEKENTV</strong> - Terdapat beberapa ketentuan yang perlu diketahui dari syarat wajib mengikuti puasa Ramadhan, lantaran tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ramadhan 2026 tinggal menghitung hari saja, sehingga umat muslim di seluruh belahan dunia telah mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan ini dengan penuh sukacita. Pada bulan suci ini, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa dan menahan diri dari segala sesuatu seperti makan, minum, nafsu hingga menahan diri dari berbicara tentang hal-hal yang tidak bermanfaat dan sebagainya. Puasa dilakukan dengan menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkanya dan dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dan dibarengi dengan niat serta beberapa syarat yang harus dipenuhi.<!--nextpage--> Sebagaimana diketahui, bahwa ibadah puasa yang dilakukan pada bulan Ramadhan ini hukumnya wajib dam merupakan salah satu rukun Islam. Untuk itu, terdapat pula beberapa syarat wajib puasa yang mesti dipenuhi sebelum mengikutinya. <strong>Syarat Wajib Puasa Ramadhan</strong> <strong>1. Beragaman Islam</strong> Syarat pertama yang wajib untuk dipenuhi adalah beragama Islam. Oleh sebab itu, mereka yang bukan beragama Islam tidak memiliki kewajiban untuk menjalankan ibadah puasa ini. Hal ini seperti yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan Imam Muskim berikut. <p style="text-align: right;">عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ</p> Artinya: Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab ra, berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya haji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan (HR Bukhari dan Muslim).<!--nextpage--> <strong>2. Telah Baligh</strong> Syarat wajib puasa lainnya adalah telah berusia baligh. Baligh sendiri memiliki ketentuan dimana laki-laki pernah keluar mani dari kemaluannya baik saat keadaan tidur ataupun terjaga dan perempuan telah keluar haid. Namun bagi mereka yang belum keluar mani maupun haid, terdapat batas minimal dikatakan baligh yaitu pada usia 15 tahun dari kelahirannya. <strong>3. Berakal</strong> Syarat wajib puasa lainnya adalah berakal. Hanya orang yang berakal saja yang diwajibkan untuk melaksanakan puasa sehingga orang gila baik karena cacat mental ataupun karena mabuk dianggap sebagai orang yang dianggap tidak berakal tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa.<!--nextpage--> Hal ini disebutkan dalam hadits berikut : <p style="text-align: right;">رُفِعَ اْلقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ النّائِمِ حَتّى يَسْتَيْقِظُ وَعَنِ اْلمَجْنُوْنِ حَتّى يُفِيْقَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَبْلُغَ</p> Artinya: Tiga golongan yang tidak terkena hukum syar’i, yaitu orang yang tidur sampai ia terbangun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai ia baligh (HR Abu Daud: dan Ahmad). <strong>4. Sehat</strong> Syarat wajib puasa yang berikutnya adalah berada dalam kondisi yang sehat. Mereka yang sedang sakit tidak memiliki kewajiban untuk berpuasa, namun mereka diharuskan untuk menggantinya di hari lain. Hal ini seperti yang telah Allah SWT firmankan pada Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 185 berikut. <p style="text-align: right;">وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ</p> Artinya: "...Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain..."<!--nextpage--> 5. <strong>Mampu</strong> Mampu menjadi salah satu syarat wajib puasa lainnya. Mampu di sini berarti mereka mampu untuk melaksanakan ibadah puasa sehingga bagi mereka yang telah lemah secara fisik karena usia dan tidak memungkinkan untuk berpuasa tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah ini. Mereka yang tidak mampu dapat menggantikan puasa dengan membayar fidyah. Hal ini juga telah disebutkan oleh Allah SWT dalam firmannya di dalam surat Al-Baqarah ayat 184 berikut. <p style="text-align: right;">وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ</p> Artinya: "...Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin..."<!--nextpage--> <strong>6. Tidak Sedang dalam Perjalanan</strong> Syarat wajib puasa lainnya adalah tidak sedang berada dalam perjalanan. Namun tidak semua perjalanan memperbolehkan seseorang untuk tidak berpuasa. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam perjalanan yang dimaksud. <strong>7. Suci dari Haid dan Nifas</strong> Syarat wajib puasa yang terakhir adalah suci dari haid dan nifas. Saat wanita berada dalam kodisi haid atau nifas, mereka tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa namun perlu menggantinya di hari lain. Sepeti yang ada di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah R.A berikut. "Kami (wanita yang haid atau nifas) diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat."<!--nextpage--> Demikian itulah 7 syarat wajib puasa ramadhan yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat!