Selain itu, Sultan juga membuka ruang diskusi dengan berbagai kalangan, termasuk para pakar dan tokoh yang terlibat dalam perumusan awal otonomi daerah. Menurutnya, masukan tersebut penting untuk melihat sejauh mana implementasi sistem ini berjalan hingga 2026.
Ia mengakui adanya beragam pandangan di tengah masyarakat dan akademisi. Sebagian menilai otonomi daerah belum mencapai tujuan yang diharapkan, sementara lainnya menganggap perlu adanya perbaikan tanpa mengurangi semangat desentralisasi.
“Kita sudah bikin kajian. Intinya otonomi daerah ini harus dievaluasi,” tegasnya.
















