Dari pernikahan Supratman dan DSA, pasangan ini memiliki tiga orang anak. Anak pertama telah lulus STM dan bekerja bersama Supratman. Anak kedua sudah menikah. Anak bungsu masih duduk di kelas V SD dan tinggal bersama DSA. Anak bungsu tidak mengetahui peristiwa penggerebekan karena terjadi pada malam hari.
Penggerebekan disaksikan sekitar seratus warga dan menjadi perhatian masyarakat desa. Sehari setelah kejadian, Supratman pulang ke rumah dan langsung melapor ke Polsek Seginim. Ia kemudian diarahkan untuk membuat laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bengkulu Selatan.
Supratman mengaku DN sempat menghubunginya dan mengusulkan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, tawaran itu ditolak dan ia memilih menempuh jalur hukum.
















