“Yang jelas, makanan kering yang diberikan tetap memenuhi nilai gizi yang dibutuhkan anak-anak,” katanya.
Menurutnya, komposisi tersebut dirancang sedemikian rupa agar energi, protein, dan vitamin yang masuk ke tubuh siswa tetap sesuai standar pertumbuhan, meskipun bentuk makanannya lebih sederhana.
“Iya, karena makanan kering itu sudah dihitung oleh ahli gizi, sesuai nilai gizi yang dibutuhkan anak-anak,” sebutnya.
Menunggu Instruksi Badan Gizi Nasional
Meski menu kering menjadi opsi utama, skema pemberian makanan basah yang dimasak segar tetap menjadi pertimbangan cadangan. Rencananya, jika memungkinkan, makanan basah akan dimasak pada siang hari untuk kemudian dibawa pulang oleh siswa sebagai menu berbuka puasa.
















