“Setiap kilometer yang kami tempuh terasa bermakna. Hubungan kami menjadi lebih erat karena menjalani semua proses bersama, sesuatu yang mungkin tidak kami rasakan jika bepergian dengan transportasi modern,” tuturnya.
Menurut Mario, tujuan utama perjalanan ke Italia bukan sekadar menyelesaikan rute, tetapi juga sebagai bentuk kembali ke akar budaya keluarga sekaligus penghormatan terhadap sejarah Vespa sebagai ikon otomotif negeri tersebut.
“Ini adalah perjalanan untuk kembali ke asal budaya kami dan menghargai sejarah Vespa yang menjadi bagian dari hidup kami,” katanya.
Selama berada di Bengkulu, Mario dan Leonardo disambut hangat oleh komunitas Vespa setempat. Mereka memanfaatkan waktu singgah untuk beristirahat serta memeriksa kondisi motor sebelum melanjutkan ekspedisi darat menuju tujuan akhir di Italia.
















