Saat tiba di Bengkulu, Mario dan Leonardo langsung menjadi perhatian para penggemar Vespa dan motor antik. Bengkulu dipilih sebagai lokasi singgah untuk beristirahat sekaligus mempersiapkan perjalanan berikutnya menuju wilayah Asia sebelum akhirnya sampai di Italia.
Mario mengungkapkan, selama perjalanan panjang tersebut, masalah teknis pada kendaraan kerap muncul. Namun, situasi itu justru menjadi sarana pembelajaran bagi sang anak.
“Selama perjalanan pasti ada kendala pada motor. Tapi Leonardo selalu tertarik mempelajari apa yang terjadi pada mesin dan bagaimana cara memperbaikinya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, perjalanan ini bukan hanya soal menaklukkan jarak, tetapi juga menjadi cara membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak.
















