Selain menyasar minimarket, tim juga melakukan uji sampel takjil yang dijual di sejumlah titik keramaian. Pengujian dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun zat pewarna tekstil.
“Berdasarkan pengalaman pengawasan tahun-tahun sebelumnya, takjil di Bengkulu Selatan relatif aman. Meski demikian, pengawasan tetap kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tutup Kodon.
BPOM mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat berbelanja dengan menerapkan prinsip cek KLIK, yakni cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa.
















