Lantas, kepribadiaan Umar sangat berbeda saat setelah masuk Islam, ia termasuk laki-laki yang gigih dan setia dalam membela Islam.
Selain itu, beliau pun beramal secara ikhlas dan jujur, begitulah Umar menyikapi rasa cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan juga mencintai semua yang Allah SWT cintai.
Kemudian membenci segala sesuatu yang Allah SWT benci, sehingga Umar menjadi salah satu sahabat yang dicintai Rasulullah SAW.
Bukti dari kejujuran dan keimanannya adalah ucapannya, pada saat menyentuh dan mencium Hajar Aswad.
“Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa kamu hanya sebuah batu yang tidak bisa memberi manfaat dan mudarat. Seandainya aku tidak pernah melihat nabi SAW menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.
















