Perayaan Imlek memang masih boleh dilakukan, tetapi hanya secara tertutup di lingkungan keluarga.
Penggunaan aksara Mandarin di ruang publik juga dibatasi. Akibatnya, suasana Imlek pada masa itu terasa lebih sepi dan tidak semeriah sekarang.
Banyak generasi muda Tionghoa saat itu bahkan tidak bisa merasakan perayaan Imlek secara terbuka. Namun, tradisi ini tetap bertahan di dalam keluarga.
Titik Balik di Era Reformasi
Perubahan besar terjadi setelah era reformasi. Pada tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengambil langkah penting dengan mencabut berbagai pembatasan budaya Tionghoa.
















