“Jam kerja diatur menjadi dua sesi, yaitu pagi dan sore, masing-masing selama dua setengah jam. Totalnya tetap lima jam per hari supaya petugas bisa bekerja optimal sambil menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyesuaian waktu kerja ini diharapkan mampu menjaga kualitas pelayanan kebersihan tanpa mengurangi kondisi fisik petugas di lapangan.
Afriyenita juga mengajak masyarakat ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan selama Ramadan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami ingin kebersihan kota tetap terpelihara, bukan hanya selama Ramadan, tapi juga setelahnya. Ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama,” katanya.
















