“Laptop ini digunakan untuk operasional kepala sekolah, mulai dari pengelolaan administrasi, pelaporan, hingga mendukung sistem manajemen sekolah yang kini serba digital,” kata Lusi.
Ia menjelaskan, pengusulan bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil yang ada di lapangan dan melalui proses verifikasi yang ketat.
“Kita mengusulkan bantuan ini karena memang itu kondisi nyata yang dibutuhkan sekolah. Setelah dilakukan verifikasi dan dinyatakan layak, barulah diturunkan satu paket laptop untuk setiap sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lusi menegaskan bahwa program digitalisasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan di Bengkulu Selatan secara merata.
















