Sementara itu, selama Ramadan sekolah-sekolah juga akan menggelar pesantren kilat. Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan yang difokuskan pada pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan siswa.
Dalam pesantren kilat tersebut, siswa akan mengikuti berbagai kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, tausiyah, praktik ibadah, hingga diskusi keagamaan yang dipandu oleh guru dan tokoh agama setempat.
Lusi berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan sebagai sarana membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan spiritualitas yang kuat.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk membangun karakter siswa agar lebih disiplin, sabar, dan berakhlak baik,” tutup Lusi.
















