Melihat hal itu, Umar berinisiatif mengumpulkan mereka dalam satu jamaah dengan satu imam. Beliau menunjuk Ubay bin Ka’ab sebagai imam Tarawih.
Saat melihat kaum Muslimin sholat dengan rapi berjamaah, Umar berkata:
نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ هَذِهِ
Ni‘matil bid‘atu hadzih
“Sebaik-baik bid’ah adalah ini.”
Para ulama menjelaskan bahwa maksud bid’ah di sini adalah bid’ah secara bahasa (pembaruan yang baik), bukan bid’ah yang tercela dalam agama.
Tarawih Berjamaah Menjadi Tradisi Umat Islam
Sejak masa Umar bin Khattab, sholat Tarawih berjamaah terus dilestarikan oleh kaum Muslimin di seluruh dunia.
Para sahabat besar menyetujuinya, sehingga praktik ini menjadi ijma’ (kesepakatan) umat. Hingga kini, Tarawih berjamaah di masjid menjadi syiar kuat bulan Ramadan.















