Pertikaian pun tak terelakkan hingga berujung kekerasan. Salah satu debt collector berinisial DA mengalami luka bacok di punggung bawah akibat tebasan senjata tajam, sementara rekannya YN mengalami luka di kepala akibat pukulan benda tumpul.
Tak lama setelah kejadian, pihak debt collector melapor ke Polsek Ratu Agung atas dugaan pengeroyokan. Namun, keesokan harinya Tatang melapor balik ke Polresta Bengkulu dengan tuduhan perampasan kendaraan.
Tatang mengaku, saat kejadian ia sedang berjualan ayam di Pasar Minggu bersama anaknya Legi (30), ketika sopirnya memberi kabar bahwa mobil miliknya dicegat dan kuncinya dirampas sejumlah orang yang mengaku sebagai debt collector.
















