Ia menjelaskan, upaya pengentasan anak putus sekolah dilakukan secara terpadu melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan seluruh pemerintah kabupaten.
Berbagai jalur pendidikan alternatif seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) juga disiapkan untuk menjangkau anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya.
Menurut Rifai, paradigma pendidikan saat ini telah berubah. Sekolah bukan hanya soal hadir di bangku kelas, tetapi juga menyangkut kualitas pembelajaran yang membentuk karakter dan daya saing generasi muda.
“Sekarang ini pendidikan adalah jantung kehidupan. Bukan sekadar sekolah, tapi kualitasnya harus baik. Pemerintah akan memastikan itu,” ujarnya.
















