Prinsip ini bertujuan menjaga kehati-hatian dalam ibadah. Dengan memilih hitungan terendah, seseorang terhindar dari kemungkinan salatnya kurang rakaat.
Setelah melanjutkan salat berdasarkan hitungan tersebut, bila masih terasa ada kekeliruan, dianjurkan melakukan sujud sahwi. Sujud sahwi merupakan sujud tambahan untuk menutup kekurangan atau kesalahan dalam salat, baik karena lupa, menambah rakaat, atau meninggalkan sunnah tertentu.
Kapan sujud sahwi dilakukan?
Menurut Ustaz Wahyul, sujud sahwi dikerjakan setelah tasyahud akhir dan sebelum salam terakhir.
“Setelah tasyahud akhir, lakukan dua kali sujud sahwi, lalu duduk kembali dan baru mengucapkan salam,” jelasnya.
















