Di ladang, pada siang hari, dia sempat duduk sebentar. Perutnya keroncongan.
Dia merasakan penglihatannya menjadi gelap, lalu tiba-tiba pingsan.
Hal itu membuat orang-orang terkejut dan segera membantu Qais untuk membawanya pulang.
Peristiwa itu kemudian sampai ke telinga Rasulullah SAW. Lalu turunlah surat Al-Baqarah ayat 187. Dalam ayat ini dijelaskan benang putih dan benang hitam. Arti kata benang adalah gelapnya malam dan terangnya siang atau fajar.
Hal ini dikatakan oleh salah seorang sahabat Nabi yang bernama Adi bin Hatim RA, beliau menanyakan kepada Nabi SAW maksud dari benang putih dan benang hitam dalam surah Al Baqarah ayat 187, beliau bersabda, “…ia adalah gelapnya malam dan terangnya siang (fajar).” (HR Bukhari)
















