Jumlah tersebut terdiri dari 24.162 anak tingkat TK, 110.292 siswa SD, 58.275 siswa SMP, serta 65.477 siswa SMA. Selain itu, program juga menyasar santri di pondok pesantren sebanyak 240 orang.
Selain kalangan pelajar, program ini turut menjangkau kelompok B3 yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dengan jumlah penerima mencapai 25.602 orang. Kemudian warga yang mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebanyak 240 orang.
Pelaksanaan program tersebut juga berdampak pada aktivitas ekonomi di daerah. Ratusan pelaku usaha lokal dilibatkan sebagai pemasok bahan makanan.
















