Permohonan tersebut kemudian diregistrasi pada 10 Februari 2026 dengan Nomor Perkara: 08/PI-GOLKAR/II/2026.
Objek sengketa yang diajukan mencakup pembatalan dua surat DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, yakni Nomor: B-793/DPD/GOLKAR/X/2025 tertanggal 4 Oktober 2025 tentang Persetujuan PAW Pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu, serta Nomor: B-124/DPD/GOL-BKL/X/2025 tertanggal 13 Oktober 2025 mengenai Persetujuan PAW Ketua DPRD Provinsi Bengkulu sisa masa jabatan 2025–2029.
Dalam pertimbangannya, Mahkamah merujuk sejumlah regulasi internal partai, termasuk Keputusan Musyawarah Nasional XI Tahun 2024 tentang perubahan AD/ART serta Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor: Skep-66/DPP/GOLKAR/II/2025 mengenai susunan dan personalia hakim Mahkamah periode 2024–2029.
















