5. Tanzania
Tanzania masuk lima besar karena keterbatasan sistem keamanan siber. Layanan keuangan berbasis ponsel berkembang cepat, tetapi perlindungan data dan mekanisme deteksi penipuan belum memadai. Minimnya investasi keamanan digital memperlebar peluang kejahatan.
6. Uganda
Kasus penipuan digital di Uganda menunjukkan tren meningkat. Teknologi verifikasi identitas yang belum kuat dan koordinasi antar-lembaga yang lemah membuat pencegahan kurang efektif. Pemalsuan dokumen dan pencurian identitas menjadi modus yang cukup dominan.
7. Bangladesh
Bangladesh mengalami lonjakan penipuan seiring pertumbuhan layanan keuangan digital dan mobile banking. Sistem deteksi yang belum canggih membuat negara ini rawan pembobolan akun dan manipulasi transaksi, diperparah oleh rendahnya literasi keamanan digital.
















