Win Rizal menjelaskan, pertumbuhan ekonomi terjadi hampir di seluruh lapangan usaha, kecuali sektor Pertambangan dan Penggalian yang mengalami kontraksi sebesar minus 4,16 persen.
“Sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif. Kontraksi hanya terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian, yang dipengaruhi oleh penurunan aktivitas produksi,” jelasnya.
Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada tahun 2025 yaitu Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh 11,60 persen, Jasa Lainnya sebesar 10,52 persen, serta Jasa Keuangan dan Asuransi yang tumbuh 9,45 persen. Sementara itu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebagai sektor dominan di Bengkulu tetap tumbuh sebesar 4,11 persen.
















