Ia menuturkan, AR menolak membahas persoalan BKD dan melontarkan ucapan yang dinilai tidak pantas di lingkungan akademik.
Cekcok kemudian berujung pada dugaan kekerasan fisik. Wahyu mengaku sempat dicekik hingga lehernya mengalami luka cakar, serta didorong ke arah pintu sehingga tangan kanannya mengalami luka gores.
“Leher saya terluka karena dicekik, dan tangan saya juga terluka setelah saya didorong keluar ruangan,” ungkapnya.
Setelah kejadian itu, Wahyu mengaku telah mencoba menyelesaikan persoalan melalui jalur internal kampus. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga ia memilih melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
















