Disusul bensin sebesar 3,99 persen dan listrik masing-masing 2,50 persen di perkotaan serta 2,42 persen di perdesaan.
BPS juga mencatat perkembangan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) yang menunjukkan dinamika berbeda antara wilayah.
“Dibandingkan Maret 2025, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan meningkat di perkotaan, namun menurun di perdesaan. Artinya, kesenjangan pengeluaran penduduk miskin di perkotaan semakin melebar, sementara di perdesaan justru menyempit,” tutup Win Rizal.
















