Di siang hari Ramadan, beliau tetap memperhatikan kondisi fakir miskin, berbagi makanan, dan membantu mereka yang membutuhkan.
Ini menjadi teladan bahwa puasa seharusnya menumbuhkan empati sosial.
Menjaga Akhlak dan Menghindari Perdebatan
Rasulullah SAW juga mengajarkan agar orang yang berpuasa menjaga lisannya. Dalam hadits disebutkan:
“Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan berbuat bodoh. Jika ada yang mencacinya, hendaklah ia berkata: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Di siang hari Ramadan, Rasulullah menunjukkan kesabaran luar biasa. Beliau tidak mudah terpancing emosi dan selalu menjaga sikap lembut terhadap siapa pun.
















