Jika tidak segera ditangani, pendangkalan dan abrasi tersebut dikhawatirkan berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan pendapatan para petani di wilayah Kedurang dan Kedurang Ilir.
Kepala Dinas PUPR Bengkulu Selatan, Iwan Darmawan, mengatakan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat menindaklanjuti kondisi tersebut. Bahkan, Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin, telah melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera VII agar penanganan dapat segera direalisasikan.
“Bendungan Selebang merupakan infrastruktur penting bagi masyarakat, khususnya petani di Kecamatan Kedurang dan Kecamatan Kedurang Ilir. Karena itu, penguatan bendungan menjadi prioritas pemerintah daerah,” ujar Iwan.
















