“Alhamdulillah, Bengkulu sudah memiliki satu dokter konsultan jantung anak. Meskipun jumlahnya masih terbatas, ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Bengkulu,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni 6–7 Februari 2026, ini juga dihadiri oleh para ketua cabang Ikatan Dokter Anak Indonesia dari berbagai daerah. Mereka mengikuti workshop kepemimpinan sebagai bagian dari upaya penguatan organisasi.
“Para ketua cabang mengikuti workshop leadership agar dapat diberdayakan secara maksimal. Jadi tidak hanya belajar klinis dan praktik medis, tetapi juga manajemen kesehatan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Ini merupakan bentuk investasi sumber daya manusia,” tutup dr Piprim.
















