“Kalau Damkar berdiri sendiri, tentu harus dipikirkan penempatan kantor dan pos layanan yang strategis agar mampu menjangkau seluruh wilayah dengan cepat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemisahan ini bukan sekadar penataan struktur organisasi, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan layanan pemadam kebakaran. Dengan fokus tugas yang lebih spesifik, Damkar diharapkan dapat bekerja lebih optimal.
Sementara itu, pembahasan masih berada pada tahap awal. Pemkab Bengkulu Selatan tengah mengkaji berbagai opsi, termasuk pembentukan pos Damkar di sejumlah kecamatan serta penyesuaian anggaran dan kebutuhan personel.
















