Selain tenaga medis, rusun tersebut juga direncanakan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani koas.
“Mahasiswa koas daripada menyewa atau mengontrak di luar, lebih baik tinggal di rusun. Jarak tempuh ke rumah sakit lebih dekat sehingga lebih cepat dalam melayani,” tambahnya.
Irsan menyebutkan, pengelolaan rusun nantinya akan dilakukan langsung oleh pihak RSUD M. Yunus dengan mekanisme sewa yang terjangkau. Selain membantu pegawai, skema ini juga diharapkan dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Sistemnya nanti dikelola oleh RSMY sendiri dengan mekanisme sewa, tetapi lebih murah dan bisa menjadi PAD untuk Pemprov Bengkulu,” tutup Irsan.
















