“Kami ingin penanganan pascagempa ini berjalan efektif, efisien, dan akuntabel. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas sinkronisasi data rumah rusak sebagai dasar evaluasi lanjutan sebelum memasuki tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi fisik.
Pemerintah daerah berkomitmen agar proses pemulihan bagi masyarakat terdampak dapat segera direalisasikan secara terukur dan berkelanjutan.
“Harapan kita, tindak lanjut penanganan rumah rusak pascagempa 2025 ini bisa segera dilaksanakan sehingga masyarakat dapat kembali menempati rumah yang layak dan aman,” pungkas Herwan Antoni.
















