Masing-masing instansi memaparkan hasil pendataan lapangan terkait kondisi rumah warga yang hingga kini masih berstatus rusak.
Pj Sekda Herwan Antoni menegaskan bahwa validitas dan keselarasan data antarinstansi menjadi kunci utama agar penanganan pascabencana tepat sasaran.
“Data harus benar-benar sinkron, mulai dari identitas pemilik rumah, alamat, jumlah penghuni, hingga tingkat kerusakan bangunan. Ini penting agar program rehabilitasi dan rekonstruksi tidak salah sasaran,” tegas Herwan Antoni.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk terus memperkuat koordinasi dan melakukan pembaruan data sesuai kondisi terkini di lapangan, khususnya di lokasi terdampak seperti Perumahan Refleksi Betungan.
















