Ketika pusaran udara kutub atau polar vortex melanda, suhu di wilayah ini dapat turun hingga sekitar minus 20 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat pepohonan, bebatuan, hingga bangunan di sekitar air terjun tertutup es dan tampak berkilau.
Niagara sendiri hampir mustahil membeku sepenuhnya karena dua alasan utama. Pertama, volume air yang sangat besar disertai tekanan aliran yang kuat membuat air sulit berubah menjadi es padat. Kedua, terdapat sistem pengendali khusus yang dipasang untuk mencegah penumpukan es yang berlebihan.
Dalam catatan sejarah, aliran Niagara pernah terhenti pada tahun 1948. Saat itu, bongkahan es dari Danau Erie terdorong angin hingga menyumbat jalur Sungai Niagara. Untuk menghindari peristiwa serupa, pihak pengelola kemudian memasang penghalang es atau ice boom di pertemuan danau dan sungai. Alat ini berfungsi menahan bongkahan es besar agar tidak mengganggu aliran air.













