Saat ini, pemerintah telah menyiapkan infrastruktur layanan kesehatan untuk mendukung upaya pencegahan kanker. Tercatat sekitar 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia sudah mampu melayani pemeriksaan dini atau skrining kanker.
Melalui Kementerian Kesehatan RI, pemerintah menargetkan sekitar 40 juta perempuan menjalani skrining kanker dalam lima tahun ke depan. Khusus perempuan berusia di atas 30 tahun, dianjurkan minimal melakukan pemeriksaan kanker serviks dan kanker payudara.
“Kalau kanker ditemukan lebih awal, peluang sembuhnya jauh lebih besar. Kuncinya ada di deteksi dini,” kata Budi.
Data menunjukkan, kanker serviks masih menjadi penyebab kematian nomor dua pada perempuan setelah kanker payudara. Karena itu, vaksinasi dan skrining menjadi dua strategi utama yang dijalankan pemerintah secara bersamaan.
















