Bahan-bahan:
- 3 butir telur
- 100 gram gula pasir
- 230 gram pisang ambon lumut (sangat matang atau berbintik)
- 70 gram Anchor Unsalted Butter
- 70 gram Anchor Tinned Salted Butter atau Anchor Salted Butter
- 110 gram tepung terigu protein sedang
- ½ sendok teh garam
- 20 gram susu bubuk
- 1 sendok teh baking powder
Cara Membuat:
- Panaskan oven pada suhu 170 derajat Celsius. Campurkan Anchor Unsalted Butter dan Anchor Tinned Salted Butter, lalu lelehkan dengan microwave selama kurang lebih 30 detik. Aduk hingga menyatu dan sisihkan.
- Haluskan pisang menggunakan garpu sampai lembut. Masukkan butter cair ke dalam pisang, aduk rata. Tambahkan garam, baking powder, dan susu bubuk, lalu aduk kembali hingga tercampur sempurna.
- Masukkan tepung terigu yang sudah diayak ke dalam adonan pisang. Aduk perlahan hingga tidak ada gumpalan tepung.
- Dalam wadah terpisah, kocok telur menggunakan mixer. Tambahkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil terus dikocok sampai adonan mengembang dan berwarna pucat.
- Ambil sebagian adonan telur, campurkan ke dalam adonan pisang, aduk hingga rata. Setelah itu, tuang seluruh adonan pisang ke dalam adonan telur. Aduk perlahan menggunakan spatula atau mixer kecepatan rendah sampai tercampur. Hindari mengaduk terlalu lama agar tekstur cake tetap empuk.
- Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dialasi kertas baking. Panggang dalam oven selama sekitar 40 menit dengan suhu 170 derajat Celsius hingga matang. Untuk memastikan, tusuk adonan dengan lidi; jika keluar bersih, berarti cake sudah siap diangkat.
- Angkat banana cake dari oven dan biarkan dingin sejenak sebelum dipotong. Sajikan sebagai teman bersantai saat minum teh atau kopi.
Tips penting: gunakan pisang yang benar-benar matang. Pisang yang sudah berbintik menghasilkan rasa manis alami yang lebih kuat dan membuat tekstur cake menjadi lebih lembut serta moist.
Page 2 of 3
















