Setelah melalui berbagai pengalaman dan ujian, Shalahuddin akhirnya dipercaya memimpin Mesir dan kemudian mendirikan Dinasti Ayyubiyah.
Di bawah kepemimpinannya, wilayah-wilayah Muslim yang sebelumnya terpecah berhasil disatukan kembali.
Puncak kejayaan Shalahuddin Al-Ayyubi terjadi saat ia berhasil merebut Yerusalem dari tangan pasukan Salib.
Berbeda dengan penaklukan sebelumnya yang penuh darah dan kekejaman, Shalahuddin justru menunjukkan sikap penuh kasih dan keadilan.
Ia tidak membalas dendam, melindungi penduduk sipil, dan memberikan jaminan keselamatan bagi umat Nasrani dan Yahudi yang tinggal di kota tersebut.
















