Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras Bengkulu pada 2025 mencapai 153,53 ribu ton, turun 3,62 ribu ton atau 2,30 persen dibandingkan produksi beras tahun 2024 sebesar 157,15 ribu ton.
Meski demikian, BPS memproyeksikan adanya peningkatan potensi luas panen dan produksi padi pada awal tahun 2026. Reni menjelaskan, potensi luas panen padi pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 14,25 ribu hektare.
“Angka ini mengalami kenaikan sekitar 3,35 persen dibandingkan potensi luas panen Januari–Maret 2025. Artinya, ada harapan peningkatan produksi, dengan catatan tidak terjadi bencana alam atau gangguan lainnya,” jelasnya.
















