Menurut Chairul, kondisi itu membuat Amerika merasa terdesak. China dipandang semakin menguasai pasar global dalam waktu relatif singkat, sehingga AS perlu melakukan langkah cepat untuk melindungi kepentingan ekonominya.
“Amerika ingin menyelamatkan ekonominya. Maka, perang dagang menjadi alat untuk menahan laju China,” ujarnya.
Ia juga menilai latar belakang Trump sebagai pengusaha sangat memengaruhi cara pandangnya dalam mengambil kebijakan. Trump cenderung praktis dan fokus pada hasil nyata, terutama dalam soal ekonomi.
“Bagi Trump, ekonomi adalah soal bertahan hidup. Dia tidak mau terjebak pada konsep yang terlalu ideal. Semua harus kontekstual dan menguntungkan negaranya,” kata Chairul.
















