“Iya, itu berkaitan. Aset yang dilelang merupakan agunan kredit. Kalau agunan tersebut terjual, otomatis kewajiban pinjamannya dianggap selesai,” ujar Binang.
Ia juga menjelaskan bahwa proses lelang yang dilakukan saat ini telah memasuki tahap ketiga, setelah dua kali lelang sebelumnya belum membuahkan hasil.
Aset-aset yang dilelang meliputi beberapa bidang tanah dan bangunan di sejumlah lokasi strategis, yaitu:
1. Dua bidang tanah dan bangunan di Desa Muara Langkap, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang
2. Tanah dan bangunan di Jalan S. Parman, Kelurahan Kebun Kenanga, Kota Bengkulu
3. Tanah dan bangunan di Jalan Cendana, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu
















