2. Menghadapi Siksaan dengan Keteguhan Luar Biasa
Karena status sosialnya yang lemah, Sumayyah dan keluarganya menjadi sasaran empuk kaum Quraisy.
Mereka disiksa di padang pasir yang panas terik. Rasulullah SAW pernah melewati mereka dan memberikan kabar gembira:
صَبْرًا آلَ يَاسِرٍ فَإِنَّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ
Sabran ala Yasir, fa inna mau’idakumul jannah
“Bersabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya tempat yang dijanjikan bagi kalian adalah surga.”
Kalimat ini menjadi penguat hati Sumayyah RA. Meski tubuhnya lemah, imannya tetap kokoh.
3. Wafat karena Mempertahankan Tauhid
Puncak siksaan terjadi ketika Abu Jahal murka karena Sumayyah tetap teguh mempertahankan keimanannya. Ia menolak kembali kepada kekafiran meski diancam dan disiksa.
















