Abu Dzar RA baru bisa bertemu Rasulullah SAW pada hari kedua setelah kedatangannya di Mekkah.
Karena suasana di Mekkah tidak mendukung, Nabi Muhammad SAW akhirnya memerintahkan umatnya untuk menyembunyikan keislaman mereka.
Namun, Abu Dzar RA secara terang-terangan mengumumkan keislamannya di hadapan orang-orang kafir. Akhirnya ia pun mendapat siksaan dari penduduk kafir Quraisy.
Abu Dzar terus mengulangi perbuatannya, hingga akhirnya penduduk Mekkah berhenti menyiksa mereka karena mereka tahu bahwa Abu Dzar adalah keturunan suku Ghifar.
Jika dia meninggal, maka tidak ada jalan bagi penduduk Mekkah untuk pergi ke Syam.
















