Kebahagiaan sejati hadir ketika hati merasa cukup, dekat dengan Allah, dan berani berkata benar.
Di tengah kehidupan modern yang sering mengejar materi, teladan Abu Dzar menjadi pengingat berharga. Hidup sederhana bukan berarti miskin, melainkan memilih untuk tidak diperbudak dunia.
Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia sepenuhnya, tetapi menjadikan dunia di tangan, bukan di hati.
Diketahui kisah sahabat Nabi Abu Dzar Al-Ghifari RA menunjukkan bahwa kesederhanaan yang dilandasi iman melahirkan kebahagiaan sejati.
Ia hidup dengan hati yang kaya, jujur dalam ucapan, dan teguh dalam prinsip.
















