Di sana ia sering mengingatkan masyarakat tentang bahaya menumpuk kekayaan tanpa menunaikan haknya. Ia kerap membacakan firman Allah SWT:
وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Walladzina yaknizuna adz-dzahaba wal-fidhdhata wa la yunfiqunaha fi sabilillah fabasy-syirhum bi ‘adzabin alim
“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka azab yang pedih.” (QS. At-Taubah: 34)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa harta adalah amanah, bukan tujuan hidup. Abu Dzar mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
















