Batu yang disebut al-Kaatibah ini ditemukan di sisi Hijr. Suatu ketika, Nabi Shaleh melakukan shalat dan berdoa di dekatnya.
Batu itu berguncang, retak, dan seekor unta yang sedang hamil keluar darinya. Janin unta juga bergerak di antara kedua sisi, sesuai permintaan kaum Tsamud.
Begitu mereka melihat keajaiban itu, pemimpin mereka yang bernama Junda bin Amr dan orang-orang yang bersamanya menjadi percaya dan beriman kepada Allah SWT. Namun, tidak semua orang Tsamud langsung menyatakan keimanan dan keislamannya.
Salah satu ciri unta Nabi Shaleh adalah tidak pernah kehabisan susu. Jadi, air yang diminum unta tempo hari diganti dengan banyak susu. Dengan mudah, kebutuhan nutrisi harian kaum Tsamud dapat tercukupi.
















