Menurut Syekh Muhammad Khudori pada Nur al-Yaqin fi Sirat Sayyidil Mursalin, menerangkan tentang hal yang dapat memicu terjadinya peristiwa Isra dan Miraj.
Dalam hal tersebut, sebagai bentuk dari tasliyah (hiburan) yang diberikan Allah SWT terhadap Kekasihnya (Nabi Muhammad SAW) karena dua orang yang dicintai meninggalkannya yakni Khadijah (sebagai istri) dan Abu Thalib (sebagai paman).
Peristiwa tersebut terjadi bertepatan pada tahun ke–11 kenabian (Nabi SAW saat itu masih berusia 51 tahun) atau biasa disebut juga dengan ‘amul huzn (Tahun Kesedihan).
Dengan menggunakan Buraq, Nabi Muhammad SAW pergi dari Masjidil Haram lalu ke Masjid Al-Aqsha.
















