Pada APBD 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu menanggung 60 ribu peserta BPJS Kesehatan masyarakat dengan alokasi anggaran Rp27,2 miliar.
Namun hingga saat ini, baru sekitar 42 ribu peserta yang terakomodir, sehingga masih tersedia kuota sekitar 18 ribu peserta.
“Kami masih memiliki sekitar 18 ribu kuota peserta BPJS yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini kesempatan bagi warga yang belum tercover untuk segera didaftarkan,” jelas Yasman.
Tak hanya itu, Pemprov Bengkulu juga menganggarkan Rp19,5 miliar pada 2025 untuk pengadaan 130 unit ambulans gratis.
Program ini akan diperluas pada 2026 dengan target 500 unit ambulans, sehingga seluruh desa di Provinsi Bengkulu dapat memiliki ambulans gratis dari total 1.514 desa yang ada, dengan alokasi anggaran lebih dari Rp100 miliar.
















