Dari total bantuan tersebut, sekitar Rp17,5 juta digunakan untuk pembelian material bangunan, sedangkan Rp2,5 juta dialokasikan untuk biaya upah tenaga kerja.
“Dana langsung ke rekening penerima, tidak melalui pihak ketiga. Ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan lebih transparan,” jelasnya.
Selain bersumber dari pemerintah pusat, Pemkab BS juga menyiapkan dukungan melalui APBD tahun 2026 untuk membantu sekitar 10 unit rumah tambahan.
Saat ini, proses pendataan masih terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa dan kecamatan agar penerima bantuan benar-benar warga yang paling membutuhkan.
















