Ia menjelaskan, kebijakan tersebut bersifat sementara hingga kondisi jalan kembali aman dilalui. Sebagai langkah darurat, pihaknya juga telah melakukan penanganan awal dengan melapisi badan jalan menggunakan material koral.
“Kami sudah menimbun jalan dengan koral agar kendaraan masih bisa melintas. Ini solusi sementara sambil menunggu pembangunan jalan permanen,” tambahnya.
Pembangunan jalan permanen tersebut direncanakan akan segera direalisasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu.
Pemerintah Kota Bengkulu telah menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta untuk pembangunan akses jalan menggunakan balok beton.
















