Zubair bin Awwam RA juga termasuk sahabat yang memiliki banyak aset dan properti. Namun hartanya diperoleh dari usaha halal dan dikelola dengan amanah.
Ia sangat berhati-hati dalam memegang titipan orang lain. Bahkan sebelum wafat, ia memastikan semua utangnya dilunasi agar tidak memberatkan di akhirat.
Keberhasilannya menunjukkan bahwa profesionalisme dan tanggung jawab adalah kunci keberkahan dalam bisnis.
Kisah para sahabat ini membuktikan bahwa Islam tidak memisahkan antara ibadah dan bisnis.
Berdagang bisa menjadi ladang pahala jika dilakukan dengan jujur, amanah, dan jauh dari riba serta penipuan. Rasulullah SAW bersabda:
















