Pernyataan ini menegaskan bahwa penghormatan kepada Hajar Aswad adalah bentuk ittiba’ atau mengikuti sunnah Rasul, bukan keyakinan bahwa batu tersebut memiliki kekuatan gaib.
Hajar Aswad juga diyakini akan menjadi saksi pada hari kiamat bagi orang-orang yang menyentuhnya dengan penuh keimanan.
Hal ini menunjukkan bahwa setiap amalan dalam ibadah haji memiliki nilai spiritual yang dalam, bukan sekadar ritual fisik.
Keberadaan Hajar Aswad mengingatkan umat Islam tentang hubungan antara langit dan bumi.
Batu yang berasal dari surga ini menjadi simbol bahwa Allah SWT memberikan tanda-tanda kebesaran-Nya di dunia agar manusia semakin beriman.
















