Sejak saat itu, Hajar Aswad menjadi bagian penting dari Ka’bah dan terus dijaga hingga kini. Meski bentuknya tidak lagi utuh seperti dahulu, karena pernah mengalami kerusakan dan peristiwa pencurian pada masa sejarah Islam.
Batu ini tetap berada di tempatnya dan dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia.
Salah satu peristiwa terkenal terkait Hajar Aswad terjadi sebelum masa kenabian Muhammad SAW. Ketika Ka’bah direnovasi oleh suku Quraisy, terjadi perselisihan tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad kembali ke posisinya.
Perselisihan itu hampir memicu peperangan antar kabilah. Namun, Muhammad SAW yang saat itu belum diangkat menjadi nabi menawarkan solusi bijak.
















