Allah SWT mengabadikan doa tersebut dalam Al-Qur’an:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zalimin
“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87)
Doa ini mengandung tiga unsur penting dalam munajat kepada Allah, yaitu tauhid (pengakuan keesaan Allah), tasbih (pensucian Allah), dan pengakuan dosa.
Para ulama menjelaskan bahwa inilah rahasia mengapa doa Nabi Yunus begitu mustajab. Keutamaan doa ini juga ditegaskan dalam lanjutan ayat berikutnya:
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ
















